Kalimantan Utara
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Saat ini, Kalimantan Utara merupakan provinsi termuda Indonesia, resmi disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2012.[1] Kementerian Dalam Negeri menetapkan 11 daerah otonomi baru yang terdiri atas satu provinsi dan 10 kabupaten, termasuk Kaltara pada hari Senin, 22 April 2013. Bersama dengan penetapan itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantik kepala daerah masing-masing, termasuk pejabat Gubernur Kaltara yakni Irianto Lambrie. Infrastruktur pemerintahan Kalimantan Utara masih dalam proses persiapan yang direncanakan akan berlangsung paling lama dalam 1 tahun.[2] Pada tanggal 22 April 2015, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Triyono Budi Sasongko sebagai Pejabat Gubernur Kaltara menggantikan Irianto Lambrie yang telah menjabat selama 2 periode masa jabatan Pj. Gubernur Kaltara. Daftar isiSejarahSejarah Sebelum PembentukanDalam sejarahnya negeri-negeri di bagian utara pulau Kalimantan, yang meliputi Sarawak, Sabah, Brunei .[3] Sejak masa Hindu hingga masa sebelum terbentuknya Kesultanan Bulungan, daerah yang sekarang menjadi wilayah provinsi Kalimantan Utara hingga daerah Kinabatangan di Sabah bagian Timur merupakan wilayah mandala negara Berau yang dinamakan Nagri Marancang.[4] Namun belakangan sebagian utara Nagri Marancang (alias Sabah bagian Timur) terlepas dari Berau karena diklaim sebagai wilayah mandala Brunei, kemudian oleh Brunei dihadiahkan kepada Kesultanan Sulu dan Suku Suluk mulai bermukim di sebagian wilayah tersebut.[5] Kemudian kolonial Inggris menguasai sebelah utara Nagri Marancang dan Belanda menguasai sebelah selatan Nagri Marancang (sekarang provinsi Kaltara).[6][7]Wilayah yang menjadi provinsi Kalimantan Utara merupakan bekas wilayah Kesultanan Bulungan. Kesultanan Bulungan menjadi daerah perluasan pengaruh Kesultanan Sulu.[8] Namun Kerajaan Berau (yang merupakan induk dari Kesultanan Bulungan) menurut Hikayat Banjar termasuk salah satu vazal atau negara bagian di dalam mandala negara Kesultanan Banjar sejak zaman dahulu kala, ketika Kesultanan Banjar masih bernama Kerajaan Negara Dipa (masa Hindu).[9] Sampai tahun 1850, negeri Bulungan masih diklaim sebagai negeri bawahan dalam mandala negara Kesultanan Sulu.[10] Namun dalam tahun 1853, negeri Bulungan sudah dimasukkan dalam wilayah Hindia Belanda atau kembali menjadi bagian dari Berau.[11] Walaupun belakangan negeri Bulungan dibawah kekuasaan Pangeran dari Brunei, namun negeri tersebut masih tetap termasuk dalam mandala negara Berau. Berdasarkan perjanjian antara negara Kesultanan Banjar dengan VOC Belanda yang dibuat pada tanggal 13 Agustus 1787 dan 4 Mei 1826, maka secara hukum negara Kesultanan Banjar menjadi daerah protektorat VOC Belanda dan beberapa daerah bagian dan negara bagian yang diklaim sebagai bekas vazal Banjar diserahkan sebagai properti VOC Belanda termasuk Berau dan daerah taklukannya, maka Kompeni Belanda membuat batas-batas wilayahnya yang diperolehnya dari Banjar berdasarkan perjanjian tersebut yaitu wilayah paling barat adalah negara bagian Sintang, daerah bagian Lawai dan Daerah Aliran Sungai Jelai (salah satu wilayah Kepageranan Kotawaringin di dalam negara kesultanan Banjar) sedangkan wilayah paling timur adalah negara bagian Berau.[12] Negara bagian Berau meliputi negeri kesultanan Gunung Tabur, negeri kesultanan Tanjung/Sambaliung, negeri kesultanan Bulungan & distrik Tidung yang dihapuskan tahun 1916.[13] Berdasarkan peta Hindia Belanda tahun 1878 saat itu menunjukkan posisi perbatasan jauh lebih ke utara dari perbatasan Kaltara-Sabah hari ini, karena mencakupi semua perkampungan suku Tidung yang ada di wilayah Tawau.[14] Sejarah pembentukan Kaltara
Sekda Provinsi Kalimantan Timur, Irianto Lambrie diangkat menjadi Plt. Gubernur Kalimantan Utara yang pertama
Suku bangsaHampir 40% penduduk Kalimantan Utara adalah Suku Jawa melalui program transmigrasi yang merupakan kelompok terbesar, disusul penduduk asal Sulawesi Selatan. Selebihnya merupakan penduduk asli Kalimantan yaitu Suku Dayak, Suku Banjar, Suku Bulungan, Suku Tidung dan Suku Kutai.[19]PemerintahanPada saat dibentuknya, wilayah Kalimantan Utara dengan 408 orang PNS dibagi menjadi 5 wilayah administrasi, yang terdiri dari 1 kota dan 4 kabupaten sebagai berikut:
Pemekaran Daerah
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Makanan khas Nunukan,Kalimantan Utara Dodol rumpul laut makanan khas Kabupaten Nunukan terkenal kelezatannya sehingga digemari para wisatawan ketika berkunjung didaerah Nunukan Makanan kuliner Kabupaten Nunukan terkenal lezatnya yakni kerupuk rumput laut berbahan dasar rumput laut diolah menjadi kerupuk nan lezat dengan lima rasa :rasa bawang putih,bayam,udang,wortel dan keju selain krupuk rumput masyarakat Nunukan membuat kuliner berbahan dasar rumput laut antara lain:mie,manisan jelly drink ,salad,aneka kue. Kabupaten Nunukan kaya akan kuliner sehingga dimasa mendatang Kabupaten Nunukan dijadikan wisata kuliner kemudian Kabupaten Nunukan sebagaimana dilansir Antaranews tanggal 15 September 2014 adalah daerah transit kedatangan dan pemberangkatan tenaga kerja ke negeri Sabah,Malaysia maka sangat potensial dikembangkan sebagai kawasan kulines sekaligus tempat wisata.Lokasi dijadikan kawasan wisata kuliner di Kabupaten Nunukan rencananya disamping pelabuhan lintas batas laut lamijung. Makanan Khas Tarakan Karena letaknya di dekat pantai, Tarakan terkenal dengan kuliner boga bahari (sea food), khususnya kepiting. Kepiting yang paling terkenal di Tarakan adalah kepiting soka yang bercangkang lunak sehingga semua bagian tubuhnya bisa dikonsumsi. Bahkan kepiting jenis ini bisa dibuat kerupuk sebagai camilan. Selain hasil olahan kepiting soka, Tarakan juga mempunyai makanan khas lainnya yaitu kapah, sejenis kerang yang banyak terdapat di pesisir pantai. Kapah merupakan kerang berdaging kenyal berwarna putih bercita rasa gurih. Macam-macam bumbu digunakan untuk menumis kapah, di antaranya bawang putih, bawang merah, cabai, jahe, dan sedikit sentuhan bumbu rahasia. Untuk kapah yang direbus, ia cukup direbus hingga matang yang ditambah dengan sedikit garam. Menikmati kapah kurang lengkap rasanya bila tanpa sambal. Jenis sambal yang disajikan bersama kapah biasanya ada dua: sambal lombok nipis dengan sensasi segar pedas campur asam, atau sambal teri terasi yang menyisakan rasa gurih tak terlupakan. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Selasa, 09 Agustus 2016
Budaya,Makanan dan ciri khas dari Nunukan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar